Rêve et Espère

ketika impian dan harapan menjadi kenyataan, tiada kebahagiaan yang terpancar selain tangis haru. Namun ketika kenyataan mengkandaskan impian dan harapan itu, tiada tawa bahagia yang terpancar, selain tangis tawa duka. Bagai gitar tanpa dawai, bagai syair tanpa kata dan bagai lagu tanpa irama. Semua terasa hampa, tiada arti dan tak saling melengkapi.

Kodrat kah atau takdir

Filed under: My Poems — dknee at 6:37 pm on Monday, October 6, 2008

Kodrat kah atau takdir

bukan angin atau burung yang menjatuhkan aku di bumi ini…

tapi cintalah yang melakukannya

bukannya benci atau tak suka…

namun aku tak mengerti, mengapa sang cinta menginginkan kau sebagai pecinta…

dan mengapa sang kasih menginginkan ku menjadi sang kekasih…

takdirkah… atau kodrat… (There is more where this came from … )

Tak Ada Salju di Sahara

Filed under: My Poems — dknee at 10:17 pm on Sunday, July 9, 2006

Jangan engkau cari salju di Sahara!
Kalau kau menyengat panas di atasnya
dan jangan kau tanya panasmu pada orang eskimo!
Kalau kau hanya menghangatkan belahan bumi lain (There is more where this came from … )

Jika Itu Engkau

Filed under: My Poems — dknee at 3:00 am on Wednesday, June 21, 2006

jika engkau adalah pagi…
sirami aku dengan embun cintamu
hangatkan aku dengan biasmu
belai jiwa yang hampir mati ini dengan semilirmu
dan… sejukan raga ini dengan aroma nafasmu
(There is more where this came from … )

Musyafir dan perjalanan sakral

Filed under: My Poems — dknee at 2:56 am on Wednesday, June 21, 2006

smakin gelap hari ini
teriknya pun berganti dengan unggun
hanya tuk mendapatkan penerangan dan kehangatan
dan kini dewi malam beranjak bangkit meneruskan hari
menemani sang musyafir di tengah sahara yang harus melanjutkan perjalanan
meski di dera kelamnya temaram yang teramat kejam
berharap sang pagi datang kembali…
berharap ia menemani dengan canda mesranya…
meski terasa panas menusuk sendi hidup ini
kembalilah, datanglah, rengkuhlah impian kemarin yang pernah kita impikan
hembuskanlah bau nafas itu…
dalam perjalanan sakral ini….

Puisi Cinta buat Jeanne d’Arc

Filed under: My Poems — dknee at 2:53 am on Wednesday, June 21, 2006

memang hilang sudah semua impian
perjalanan ku mengitari notre-damme di tepi la seine
menghasilkan keringat sia-sia menempel erat pada baju kebesaran ku
kandas di tengah jalan…
karena keangkuahn jiwa ambisius, integritas dan harga diri….
namun apakah itu harga mati…..??
aku juga masih tidak tahu jawaban dari pertanyaan itu
(There is more where this came from … )

Apa Arti Keberadaanmu….

Filed under: My Poems — dknee at 2:52 am on Wednesday, June 21, 2006

Apa arti kedatangan mu di sore ini….?
Adakah mewakili kesedihanku yang harus meninggakan kota ini…?
Atau merasakan kegalauan yang tengah menerpa diri ini…?
Atau mungkin untuk meneduhkan dan menenangkan jiwa ini…?
(There is more where this came from … )

Pagi, Matahari dan Aku di tengah pematang

Filed under: My Poems — dknee at 2:51 am on Wednesday, June 21, 2006

Pagi ini ku lihat dirimu di antara bukit
Menatap dalam-dalam di atas pematang
Menantang sinar yang menyilaukan
Menahan terik yang tak menyengat
(There is more where this came from … )

Kepada Pemilik Ribuan Pertanyaan

Filed under: My Poems — dknee at 2:48 am on Wednesday, June 21, 2006

Bagaimana engkau dapat mengetahui pukul berapa sekarang
sementara engkau tengah bermain bersama buku dan benda lain diatas mejamu
tak sempat menolehkan perhatian pada dia yang kau butuhkan
yang terus menari mengikuti hari
(There is more where this came from … )

Kaki itu tetap melangkah

Filed under: My Poems — dknee at 2:47 am on Wednesday, June 21, 2006

Tidakkah kau lihat awan kelabu tengah berarak menutupi langit…?
seakan turut merasakan kerinduan akan harapan
sejak manusia itu manapakkan kaki di atas tanah kota ini.. meninggalkan smuanya
jiwa kekanakannya
masa remajanya….
tuk mengapai asa dalam hatinya…
mewujudkan mimpi tidurnya…
(There is more where this came from … )

Persembahanku

Filed under: My Poems — dknee at 1:36 am on Monday, June 19, 2006

Tiada yang dapat terucap dari hati…
Selain kata terima kasih
untuk mu Ayah… untuk mu Ibu
Yang telah memelihara, menjaga, merawat, membimbingku, mendidikku
dan… mengarahkanku ke jalan yang terbaik
(There is more where this came from … )

Next Page »