Jika Itu Engkau
jika engkau adalah pagi…
sirami aku dengan embun cintamu
hangatkan aku dengan biasmu
belai jiwa yang hampir mati ini dengan semilirmu
dan… sejukan raga ini dengan aroma nafasmu (There is more where this came from … )
jika engkau adalah pagi…
sirami aku dengan embun cintamu
hangatkan aku dengan biasmu
belai jiwa yang hampir mati ini dengan semilirmu
dan… sejukan raga ini dengan aroma nafasmu (There is more where this came from … )
smakin gelap hari ini
teriknya pun berganti dengan unggun
hanya tuk mendapatkan penerangan dan kehangatan
dan kini dewi malam beranjak bangkit meneruskan hari
menemani sang musyafir di tengah sahara yang harus melanjutkan perjalanan
meski di dera kelamnya temaram yang teramat kejam
berharap sang pagi datang kembali…
berharap ia menemani dengan canda mesranya…
meski terasa panas menusuk sendi hidup ini
kembalilah, datanglah, rengkuhlah impian kemarin yang pernah kita impikan
hembuskanlah bau nafas itu…
dalam perjalanan sakral ini….
memang hilang sudah semua impian
perjalanan ku mengitari notre-damme di tepi la seine
menghasilkan keringat sia-sia menempel erat pada baju kebesaran ku
kandas di tengah jalan…
karena keangkuahn jiwa ambisius, integritas dan harga diri….
namun apakah itu harga mati…..??
aku juga masih tidak tahu jawaban dari pertanyaan itu (There is more where this came from … )
Apa arti kedatangan mu di sore ini….?
Adakah mewakili kesedihanku yang harus meninggakan kota ini…?
Atau merasakan kegalauan yang tengah menerpa diri ini…?
Atau mungkin untuk meneduhkan dan menenangkan jiwa ini…? (There is more where this came from … )
Pagi ini ku lihat dirimu di antara bukit
Menatap dalam-dalam di atas pematang
Menantang sinar yang menyilaukan
Menahan terik yang tak menyengat (There is more where this came from … )
Bagaimana engkau dapat mengetahui pukul berapa sekarang
sementara engkau tengah bermain bersama buku dan benda lain diatas mejamu
tak sempat menolehkan perhatian pada dia yang kau butuhkan
yang terus menari mengikuti hari (There is more where this came from … )
Tidakkah kau lihat awan kelabu tengah berarak menutupi langit…?
seakan turut merasakan kerinduan akan harapan
sejak manusia itu manapakkan kaki di atas tanah kota ini.. meninggalkan smuanya
jiwa kekanakannya
masa remajanya….
tuk mengapai asa dalam hatinya…
mewujudkan mimpi tidurnya… (There is more where this came from … )
Tiada yang dapat terucap dari hati…
Selain kata terima kasih
untuk mu Ayah… untuk mu Ibu
Yang telah memelihara, menjaga, merawat, membimbingku, mendidikku
dan… mengarahkanku ke jalan yang terbaik (There is more where this came from … )
Malam kian temaram…
Tinggalkan siang menuju kelam…
Tanpa mampu berkalam…
Kuhanya terdiam…
Memandang malam kian temaram…
Menahan kelam kian merajam… (There is more where this came from … )
Hadir…
Bukan di alam mimpi penuh janji
atau imajinasi tanpa bukti,
tetapi… (There is more where this came from … )